Selasa, 03 Juni 2014

ASPEK - ASPEK ETIKA DAN BUDI PEKERTI

0 komentar


Assalamualaikum...

Etika dan budi pekerti adalah tuntunan moral di dalam bermasyarakat. Budi pekerti adalah segala kelakuan baik kita di dalam kehidupan yang sesuai dengan tuntunan moral yang sudah ada. Budi Pekerti adalah induk dari segala etika, tatakrama, tata susila serta perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan etika adalah aturan berperilaku di dalam pergaulan yang menjadi kebiasaan dan dapat memberikan penegasan tentang mana yang benar dan mana yang buruk. Etika juga berkaitan dengan norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah serta ukuran untuk tingkah laku manusia yang baik. adapun aspek-aspek etika dan budi pekerti yaitu :

1. AMANAH
Amanah adalah penyampaian pesan seseorang kepada kita yang tidak perlu orang lain tau, dan wajib ditunaikan. Sang generasi adalah pengemban amanah untuk masa depan bumi dengan segala isinya.

Katakanlah suatu waktu ada penghianatan, maka atas penghianatan itu sang generasi akan dimintai pertanggung jawaban. Karena itu sang generasi terbaik adalah mereka yang kokoh dan konsekuen dengan tanggung jawab yang diamahkan kepadanya. Sang generasi yang amanah mereka yang bekerja profesional, penuh idealisme, dan bertanggung jawab penuh terhadap tugas dan profesi yang diembannya, sehingga amanah tersebut dapat membawa hikmah dan manfaat yang maksimal bagi diri sendiri, orang lain, dan bagi alam semesta. Dan mereka yang berhasil mempertahankan nama baiknya adalah mereka yang memperoleh sukses dan di percaya sepanjang hidupnya, insya Allah. 

2. MENCINTAI KEJUJURAN
Berlaku jujur adalah tuntutan kebutuhan yang selalu dijunjung tinggi pada masyarakat mana pun, karena itu tidak ada kehidupan  yang bahagia, aman, tentram dan selamat tanpa ada kejujuran. Dengan demikian, menjadikan kejujuran sebagai bagian dari kepribadian abadi. Secara logika, jujur  itu bermanfaat bagi kehidupan manusia, bukan saja dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi dengan sesama manusia dan alam semesta bahkan, hewan pun tidak akan luput dari kebohongan. Artinya dengan belajar ketidak jujuran kepada hewan, pada saatnya manusia pun akan menjadi korban kebohongan kita.

Adapun keutamaan berlaku jujur dalam kehidupan adalah:
1. Sang generasi telah melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang  dianut oleh bangsa mana pun.
2. Sang generasi akan dihormati oleh sesama manusia karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati.
3. Sang generasi akan tampil percaya diri dari semua aktivitas hidup karena ia merasa aman, optimis, dan percaya diri.
4. Sang generasi akan berani melawan kemungkaran karena kata batinnya selalu merasa benar atau tidak bersalah.

Seperti dalam firman Allah berikut :
Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (QS. Al-Hujurat-6) 

3. BERLAKU ADIL
Berlaku adil adalah perintah sang pencipta. Semua mahkluk di muka bumi selalu merindukan perlakuan adil dari manusia, karena itu sang generasi yang baik adalah mereka yang selalu berlatih dan memproses diri untuk menjadi orang yang berlaku adil. Adil dalam kehidupan juga menjadi tuntutan semua agama, baik agama langit ( wahyu/samawi/ilahiyat) maupun agama bumi (ardi/budaya). Dan berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dengan berlaku adil, maka kehidupan ini akan bermakna dan membawa berkah. Bahkan di hari persidangan kelak, salah satu kelompok manusia yang mendapatkan perlindungan sang pencipta adalah sang generasi yang menjadi pemimpin yang selalu berlaku adil terhadap yang dipimpinnya.

4. TAHAN UJI
Hidup ini terbentang luas, kadang panjang dan berliku, ujiannya pun tak terbilang. Karena itu, hidup itu sendiri adalah ujian berat bagi manusia, ujian yang boleh jadi dalam bentuk kesulitan hidup, bahkan boleh jadi dalam bentuk kesenangan hidup. Dimensi senang dan dimensi kesulitan sama-sama berfungsi sebagai mata ujian bagi kehidupan, sang generasi yang tahan ujilah yang akan eksis, sukses dan bahagia. Namun tahukah kita siapa saja yang dianggap punya daya tahan tinggi dalam menghadapi ujian?.

Mereka itu adalah :
1.  Generasi yang selalu berprasangka baik terhadap sang pencipta, nasib apapun yang menimpa, mereka tidak kenal putus asa dan selalu optimis dalam mengarungi samudera kehidupan.
2. Generasi yang tidak pernah mengenal lelah dalam mencari jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapinya, baik dengan kemandiriannya maupun melalui bekerja sama dengan orang lain.
3. Generasi yang sabar dan tawakal kepada sang pencipta, dengan keyakinan bahwa manusia hanya punya hak merencanakan, tetapi sang penciptalah penentunya.
4. Generasi yang bersyukur, dengan keyakinan bahwa hasil dan kesenangan yang dicapai bukanlah hasil usahanya semata-mata, melainkan menjadi bagian dari anugerah sang pencipta yang harus disikapi dengan rasa syukur yang tinggi.

Seperti pada ayat Allah berikut ini :
Wahai orang-orang yang beriman! Bertawakallah kamu kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.(QS. Ali Imran : 102) 

5. SUKA MEMBACA AYAT – AYAT TUHAN YANG TERTULIS DAN YANG TIDAK TERTULIS
Membaca adalah perintah tuhan yang maha esa kepada manusia. Dalam ajaran Muhammad SAW, membaca adalah amal ibadah pertama yang diperintahkan Sang Pencipta kepadanya. Namun membaca, bukan berarti hanya membaca yang tertulis (ayat-ayat qauliyah), melainkan juga membaca ayat-ayat sang pencipta yang ada di alam semesta (ayat-ayat kauniyah). Karena itu, sang generasi harus menjadi pelopor terhadap pelestarian lingkungan dan pemanfaatannya, di samping kekayaan alam yang berlimpah sebagai ciptaan Sang Pencipta. Bersikap baik terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan sebagai bagian dari alam yang mesti dilindungi atau dimanfaatkan dengan benar untuk kemaslahatan manusia.

Seperti yang di jelaskan dalam Ayat Allah berikut :
Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan? Dan langit, bagaimana ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan? Dan bumi bagaimana dihamparkan? (QS. Al Ghasyiyah :17-20)

Berikan Komentar Anda!

CARI POST